to err is human.

asin tanpa gula buatan

Posted by: putriiva on: 4 June 2011

Berlebihankah jika setiap hari aku selalu makan asam-asam dan asin-asin? Aku terdengar seperti wanita hamil tiga bulan ngidam rujak mangga muda. Hanya saja entah kenapa ada satu lelaki asam asin ini. Setiap hari aku bersamanya, setiap hari juga rasanya seperti ngidam hamil muda.

Dua suap asam satu suap asin. Oh ya barangkali kadang-kadang manis hanya saja aku tetap anggap itu asin. Karena aku suka asin.

Aku suka cemilan asin daripada manis. Terlalu banyak manis meninggalkan pahit di lidah, terlalu banyak asin tinggal minum air banyak-banyak. Oh ya jelas, aku bakal terkena risiko darah tinggi, tapi apa bedanya dengan gula tinggi jika terlalu banyak manisan, belum lagi gula buatan.

Bukankah kita selalu dengar gula buatan dan tidak pernah dengar garam buatan? Aku suka yang asli. Aku suka kamu, hai laki-laki asam asin.

Kapan kita kemana?

 

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

my rambling tweets

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.