Posted by: putriiva on: 28 March 2011
Perempuan rasa air laut.
Duduk di tepian laut.
Ia menjilat lengannya sekilas. Asin. Rasa air laut.
Ia mencium bajunya sekejap. Amis. Bau air laut.
Ia menghirup udara dalam-dalam. Paru-parunya tersedak angin laut.
Di kejauhan ia melihat sebongkah karang kokoh di tengah laut.
Ada sesosok makhluk di atas karang tersebut.
Tangannya melambai, memanggil si perempuan laut.
Si perempuan laut masuk ke air, tak ragu menghadang ombak laut.
Matanya membuka di dalam air biru berkabut.
Di depannya cahaya terang menghasut.
Menyuruhnya untuk terus berenang meskipun gelombang tak surut.
Ia beringsut.
Maju perlahan demi makhluk di atas karang laut.
Tangannya mulai lelah tapi karang itu rasa tak jua menyambut.
Sedikit demi sedikit badannya susut.
Pecah di antara arus air laut.
Si perempuan laut,
Sekeping demi sekeping tubuhnya melarut.
Dalam terjangan air laut.
Si perempuan laut menjelma menjadi buih-buih air laut.
Hanyut.
Mati karena cinta tak kesampaian pada makhluk di atas karang laut.
Cinta maut.